DPP Bidang I - Kegerejaan

By david

Susunan Pengurus periode 2009-2012

Ketua Bidang I {Kegerejaan} Bpk. A.S. Darmawan
Ketua Seksi Liturgi Bpk. Benediktus Dicky Nugroho
Pendamping Ketua Seksi Liturgi Sdr. Leonardus Handi
Pendamping Ketua Seksi Liturgi Sdr. Richard Haslim
Ketua SubSeksi Prodiakon Bpk. Ign. Irawan S.
Ketua “Margriet” Ibu Trees Prasetyo
Ketua “Dolorosa” Ibu Elizabeth Hadi W.
Ketua SubSeksi Lektor Sdri. S.M.M. Susilawati P.S.
Wakil Ketua SubSeksi Lektor Sdri.Y.M. Dewi Indra Limena
Sekretaris 1 - SubSeksi Lektor Sdri.Magdalena Melinda Y.
Sekretaris 2 - SubSeksi Lektor Sdri. Eleonora Vetty R. I.
Bendahara - Subseksi Lektor Sdri. Angelina Yuli Y. S.
Ketua Petugas Gereja Bpk. Yos Soentoro
Ketua SubSeksi Musik/Koor Ibu Nesty Emiliana P. Bay
Koordinator Dirigen Umat Ibu Felicia Cherrie S.
Koordinator Organis Sdr. Ricky Harli Setiawan
Ketua SubSeksi Putra-Putri Altar Sdr. Stefanus Tommy M.T.
Sekretaris-1 SubSeksi Putra-Putri Altar Sdri. Cecilia Amanda M.
Bendahara SubSeksi Putra-Putri Altar Sdri. Agustina Maya Palupi
Ketua SubSeksi Pemazmur Sdri. Agnes Wahyu S.
Ketua SubSeksi Materi Liturgi Bpk. F.X. Agung Nugroho
Ketua Seksi Pewartaan Ibu M.F. Yanni
Sekretaris Seksi Pewartaan Ibu Vincentia Rini A.
Anggota Tim Seksi Pewartaan Ibu Maria Endang Ariani
Anggota Tim Seksi Pewartaan Ibu Maria Lie Mie Man
Ketua SubSeksi Pewartaan Lingkungan Ibu Theresia Rita Ernani
Wakil Ketua SubSeksi Pewartaan Lingkungan Sdr. Paulus Meiky S.
Ketua SubSeksi Katekese Ibu Karina Netty Tjandrania
Ketua Pendamping Calon Baptis Bayi Bpk. Ign. Irawan
Ketua Pendamping Calon Baptis Anak Ibu Irene Sri Sapta R.
Wakil Ketua Pendamping Calon Baptis Anak Ibu Flaviana Murdaningsih
Ketua Pendamping Komuni Pertama Sdri. Trisia Kartini
Ketua Pendamping Krisma Bpk. FA. Reinantha Y.
Wakil Ketua Pendamping Krisma Bpk. H.Y. Jaka Aria
Ketua SubSeksi Bina Iman Anak Sdri. Stefanie Intan D.
Ketua SubSeksi Bina Iman Remaja Sdri. Yoga Mandra Anugrah
Ketua SubSeksi Bina Iman Dewasa Bpk. Bernardus Gai S.
Ketua SubSeksi APP Ibu Irene Sri Sapta R.
Ketua Seksi Kerasulan Kitab Suci {KKS} Bpk. F.D. Wawan Setiawan
Sekretaris Seksi Kerasulan Kitab Suci {KKS} Ibu Angelina Lie Tjiauw Ling
Ketua SubSeksi KKS dan PKS Bpk. Bernardus Gai S.
Wakil Ketua SubSeksi KKS Dan PKS Bpk. S.Y. Hendra Gunawan
Ketua SubSeksi Sarasehan Bpk. Petrus Soebandi

 

LEKTOR

Walaupun lektor sebagai pelayan liturgi telah ada sejak tahun-tahun pertama berdirinya Katedral, namun secara formal lektor baru dibentuk pada tahun 1995, yaitu dengan dimulainya Kursus Lektor dan dikukuhkan dengan pelantikan lektor yang pertama. Semenjak itu kelompok Lektor bernaung dibawah Seksi Liturgi Dewan Pastoral Paroki Katedral.
Lektor sebagai pelayan liturgi bukan hanya sebagai pembaca saja, namun bertugas untuk membawakan dan menyampaikan Sabda Tuhan kepada umat beriman. Lektor adalah hamba Tuhan yang telah ditunjuk oleh-Nya untuk menjalankan tugas penyampaian firman Tuhan dengan suara yang lantang dan suara dari hati yang penuh
sukacita. Untuk itulah dibutuhkan keterampilan dan teknik membaca yang baik, memiliki pemahaman dan penghayatan terhadap bacaan, dan penguasaan Kitab Suci.
Dengan demikian, anggota Lektor (seharusnya) adalah umat yang memiliki kepribadian yang mantap dan iman yang dewasa. Tantangan dan panggilan seorang lektor adalah menghayati dan mencerminkan Firman Tuhan itu dalam perilaku hidup sehari-hari.
Kegiatan yang telah dilakukan selama ini yaitu: retret dan rekoleksi, rekreasi bersama Putra/i Altar, mengikuti program kerjasama dan pertemuan lektor se-Keuskupan, pertukaran dan studi banding dengan lektor paroki lain, drama Natal, pembinaan intern, terlibat dalam perayaan-perayaan liturgi (antara lain: melayani Misa Harian dan Mingguan, Natal, Pekan Suci, pembukaan dan penutupan Tahun Yubileum 2000, bulan Maria, dan pemberkatan pernikahan), dan mengikuti kegiatankegiatan kepemudaan, seperti: KORKAT dan Open House Katedral.

 

PEMAZMUR

Kelompok Pemazmur Katedral terbentuk atas usul dari Pastor Alfons Bogaartz, OSC pada pertengahan tahun 1997. Beliau menginginkan supaya ada
wadah untuk para pemazmur yang sering melayani dalam setiap Perayaan Ekaristi hari Minggu. Ternyata gayung bersambut, maka dikumpulkanlah beberapa pemazmur, antara lain: Bapak Rudy, Yaniadi, dan Mbak Ning untuk mulai merintis pembentukan kelompok itu.
Ada suatu momen penting untuk mewujudkan rencana itu, yaitu peringatan bulan Kitab Suci 1997, di mana pendarasan mazmur akan dilombakan bersamaan dengan lomba membaca dan kuis Kitab Suci. Peserta lomba tersebut adalah perwakilan dari setiap lingkungan dan kelompok kategorial, yang akhirnya hanya diikuti oleh 12 orang. Sebagai kelanjutan dari lomba itu, maka para peserta lomba diundang untuk membicarakan rencana pembentukan kelompok pemazmur, antara lain: Ibu Dien, Ibu Cherrie, Mbak Ning, Iin, Mikhael dan Bapak Prihadi (alm.).
Enam bulan kemudian (sekitar bulan Febuari/Maret 1998), para calon pemazmur diuji kualitas vokal dan pengetahuan liturginya. Semua yang lulus ujian dilantik untuk membentuk kelompok Pemazmur Katedral, antara lain: Mbak Ning (sebagai koordinator), Ibu Dien, Mikhael, Ibu Cherrie, Iin, Ibu Roosye, Bapak Willy (alm.), Nesti, Aheng, dan Hendra. Sampai saat ini, anggota kelompok Pemazmur terus menyusut dan kesulitan untuk mencari anggota yang baru. Dalam struktur pastoral paroki, maka kelompok Pemazmur berada di bawah koordinasi Seksi Liturgi DPP Katedral.
Kegiatan yang diadakan selama ini, antara lain: latihan rutin setiap hari Selasa sore di Gereja Katedral St. Petrus dan melayani dalam setiap Perayaan Ekaristi di Gereja. Misi Pemazmur (sama dengan Lektor) adalah menjadi pewarta Sabda Tuhan dan menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari.

 

PUTRA-PUTRI ALTAR

Putra-Putri Altar, biasanya juga dikenal dengan sebutan Misdinar, adalah petugas liturgi yang membantu imam dan melayani umat dalam setiap Perayaan Ekaristi di Gereja. Tugas seorang misdinar, antara lain: membantu imam di altar, mendampingi imam di sedilia, mengarak benda-benda perarakan, dan mengantarkan persembahan. Ini menunjukkan ada tanggung jawab lebih yang diemban oleh seorang putra/i altar, yaitu: melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, bekerja sama dalam tim, dan seyogyanya juga menjadi teladan (hidup) yang baik bagi banyak orang. Untuk itu, semuanya harus dipelajari, dilatih, dan dibina dengan baik, karena tahu bahwa ia bertanggung jawab kepada umat dan Tuhan.
Santo pelindung Putra-Putri Altar adalah Santo Tarsisius, yang diperingati setiap tanggal 15 Agustus. Dia adalah seorang teladan misdinar yang sangat baik dan setia dalam tugasnya. Menurut kisahnya, ia wafat dalam tugasnya mengantarkan Tubuh Kristus kepada umat kristen yang hidup dalam persembunyian, karena takut pada penguasa yang selalu mengejar dan membunuh setiap penganut agama Kristen.
Dulunya, kelompok Misdinar Katedral hanya menerima anggota putra, tetapi sejak tahun 1995, mulai menerima anggota putri, bahkan sekarang jumlahnya hampir dua kali jumlah anggota putra. Keanggotaan Putra-Putri Altar Katedral (PPAK) terdiri atas beberapa golongan, yaitu: golongan C, B, A, dan koordinator. Hal ini bukan untuk mendiskriminasikan anggota, tetapi bertujuan untuk membedakan tugas yang diemban oleh setiap anggota.
PPAK semakin maju yang ditandai dengan semakin baiknya susunan kepengurusan organisasi dan banyak kegiatan yang berhasil diselenggarakan dengan baik. Selain kegiatan liturgis, PPAK juga pernah mengadakan kegiatan sosial dan rekreatif, antara lain: Malam Kesenian, Camping ke Gunung Putri, Bali Trip, Bazaar Sosial, serta bakti sosial ke panti asuhan. Semua ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan sesama misdinar dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

 

PRODIAKON

Prodiakon adalah kelompok kaum awam yang bertugas membagi komuni pada Perayaan Ekaristi di paroki/lingkungan dan juga kepada umat yang sakit atau kepada warga lanjut usia yang karena kondisi fisiknya tidak memungkinkannya untuk mengikuti misa di gereja. Saat ini tercatat 54 pro-diakon berasal dari 17 lingkungan yang ada, dikoordinir oleh bapak Ignatius Irawan. Sedangkan koordinator prodiakon bagi para orang tua lanjut usia dan orang sakit adalah bapak FX. Agung Nugroho. Teladan Santo Pius X, yang pestanya dirayakan setiap tanggal 21 Agustus, mengilhami para prodiakon untuk menjalankan tugas suci ini dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab. Pada 20 Desember 1905, Paus Pius X memberikan kepada dunia syarat-syarat untuk menerima Sakramen Maha Kudus, yaitu semua umat Katolik diminta untuk sering menyambut komuni, kalau mungkin setiap hari, karena itu adalah saluran rahmat utama. Juga anak-anak diberi kesempatan untuk menerima jika sudah berusia 7 tahun. Beliau beberapa kali menyembuhkan orang yang sakit jasmani dan rohani. Paus Pius XI akhirnya menyatakan beliau sebagai orang kudus, pada tahun 1954.

 

MARGRIET – DOLOROSA

Di Paroki Katedral terdapat kelompok pelayanan kaum awan yang mengabdikan dirinya untuk menghias ruang gereja dan menjahit busana liturgi, yaitu: Margriet – Dolorosa. Tugas utama kelompok ini adalah bekerja sama dalam penataan panti imam, terutama untuk hari-hari raya Gereja Katolik (masa Adven, Natal, Biasa, Prapaskah, Paskah, dan Pentakosta), yang disesuaikan dengan masa liturginya, yaitu: warna, busana, dan bunga. Jadwal tugas rutin merangkai bunga adalah setiap hari Sabtu di Gereja Katedral.
Tugas kelompok Margriet adalah mengurus tata hias, termasuk tata bunga, di dalam gedung Gereja Katedral St. Petrus, sementara kelompok Dolorosa mengurus pernak-pernik busana liturgi imam, petugas liturgi, serta taplak altar dan penutup mimbar (ambo). Semuanya ini bertujuan untuk membuat segala sesuatu yang sudah indah dan apik menjadi lebih asri dan meriah.
Keanggotaan Margriet – Dolorosa terbuka bagi siapa saja tanpa membatasi usia dan jenis kelamin, yang penting memiliki kemauan untuk melayani dan mengembangkan talentanya. Namun, sampai saat ini, masalah regenerasi tetap belum terjawab dan terpecahkan. Jadi, ini menjadi tanggung jawab bersama dan membutuhkan kesadaran umat untuk terlibat melayani.

 

PETUGAS GEREJA

Petugas Gereja adalah salah satu kelompok kategorial di Gereja Katedral St. Petrus. Kelompok ini diawali dengan sekelompok umat yang secara sukarela mau membantu kelancaran Perayaan Ekaristi, sehingga keanggotaannya tidak tetap dan kurang terkoordinasi dengan baik. Oleh sebab itu, pada tahun 1980 Dewan Pastoral Paroki Katedral memutuskan untuk membentuk kelompok Petugas Gereja agar lebih efektif dalam memberikan pelayanan. Pada mulanya, kelompok ini hanya beranggotakan 25 orang, namun saat ini anggotanya telah berjumlah 45 orang yang terdiri atas 26 orang wanita dan 19 orang pria. Santo pelindung kelompok ini adalah St. Mathias.

Tugas pokok Petugas Gereja dalam Perayaan Ekaristi adalah:
1. Mempersiapkan tempat duduk bagi umat.
2. Menjaga keamanan dan ketertiban selama misa berlangsung.
3. Memberikan pertolongan pertama kepada umat yang sakit.
4. Mengumpulkan sumbangan/kolekte dari umat.
5. Mengatur lalu lintas umat selama penerimaan komuni suci.
6. Mengumpulkan dan mengamankan barang bawaan umat yang tertinggal.

Dalam melaksanakan tugasnya, Petugas Gereja berpegang pada kesepakatan, yaitu setiap 3 tahun masa bakti akan diadakan pemilihan pengurus baru. Untuk periode 2000 – 2003, Petugas Gereja dipimpin oleh Bpk. Yos Soentoro (Ketua) dan Sdr. Budi Harsadi (Wakil Ketua). Setiap menjelang hari besar Gereja, yaitu: Natal dan Paskah, kami mengadakan rapat untuk membagi tugas kepada setiap anggota sesuai dengan kebutuhan. Semoga penjelasan singkat mengenai kelompok Petugas Gereja dapat mendorong umat untuk bergabung dengan kelompok ini dan membantu kelancaran tugas pelayanan kami.

 

Koor

Lingk. St. Maria + St. Elisabeth
Lingk. St. Yosep
Lingk. St. Agustinus
Lingk. St. Ignatius
Lingk. St. Theresia
Lingk. St. Antonius
Lingk. St. Kristoforus + St. Stefanus
Lingk. St. Martinus
Lingk. St. Gabriel
Lingk. St. Monica
Lingk. St. Carolus + St. Borromeus
Lingk. St. Mikael
Lingk. St. Rafael
Lingk. St. Serafim
Laudate Dominum
Lux et Caritas
St. Vincentius
St. Peter
Alitia
Allegra
Gita Bahana
Wanita Katolik
Legio Maria
KTM
PDKK
kelompok Agnes cs
SD St. Angela
SD St. Yusuf
SD St. Aloysius