DPP Bidang III - Kemasyarakatan

By david

Susunan Pengurus periode 2009-2012

Ketua Bidang III {Kemasyarakatan} Bpk. Robert Hadi K.
Ketua Seksi KOMSOS Bpk. F. Susanto
Wakil Ketua Seksi Komsos Sdr. AP. David Adiutama
Anggota Seksi Komsos Ibu Rosa de Lima E.P.
Anggota Seksi Komsos Bpk. Gregorius Gany A.
Ketua Subseksi BERKAT Sdri. Theresia Limanjaya
Anggota SubSeksi BERKAT Bpk. Antonius Karyanto K.
Anggota Subseksi BERKAT Bpk. Alfonsus Alphi Indiarto
Anggota Subseksi BERKAT Bpk. William K.
Anggota Subseksi BERKAT Sdri. Aloysius Alvin Gunawan
Ketua SubSeksi Perpustakaan Bpk. H.C. Gunawan
Wakil Subseksi Perpustakaan Sdr. F.A. Agung Prabowo
Sekretaris Subseksi Perpustakaan Sdr. Franciscus Wahyu P.A.
Bendahara Subseksi Perpustakaan Sdri. Silvia Margaretha
Ketua SubSeksi Sistem Informasi Sdr. Josef Budi Indrasworo
Anggota SubSeksi Sistem Informasi Sdr. Ign. Jimmy G.
Anggota SubSeksi Sistem Informasi Sdr. Antonius Padua David A.
Anggota SubSeksi Sistem Informasi Bpk. Anggiat Sianturi
Ketua Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi {PSE} Bpk. Stef. Iwan Santoso
Anggota Seksi PSE Ibu Henny Liokewati
Anggota Seksi PSE Bpk. Ign. Hartono Suwarna
Anggota Seksi PSE Bpk. Fransiskus Ko Hardy
Ketua SubSeksi Kesehatan Bpk. Yulius Sutarno
Anggota SubSeksi Kesehatan Ibu M.A. Tukilah
Ketua Seksi Kerasulan Awam Bpk. Blasius Darmastoto
Anggota Seksi Kerasulan Awam Bpk. Paulus Meiky S.
Anggota Seksi Kerasulan Awam Bpk. Pujianto
Ketua Seksi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan {HAK} Bpk. Heribertus Susanto
Anggota Seksi "HAK" Bpk. Bernadus Ibnu Utomo
Anggota Seksi "HAK" Bpk. Yos Soentoro
Ketua Seksi Pendidikan  

 

KOPERASI PEREKAT

Sebagai orang beriman, umat Paroki Katedral juga terdorong untuk membangun dan menghayati semangat Persaudaraan Sejati dalam kehidupan seharihari. Sarana yang dipilih sebagai media untuk merealisasikannya adalah koperasi. Oleh sebab itu, koperasi ini menyandang nama ’Perekat’ yang merupakan singkatan dari ‘Persaudaraan Katedral’. Inilah visi Koperasi Perekat, yang masih tergolong muda usianya, namun manfaatnya telah dirasakan oleh para anggotanya. Sejak tanggal 15 September 2001, Perekat telah resmi menjadi Badan Hukum dengan nomor 815/B.H.59-DISKOP/2001.Hal yang menjadi misi usaha kelompok ini adalah pengembangan kehidupan sosial ekonomi yang berlandaskan spiritualitas Kristiani.

Ada tiga nilai penting yang diperjuangkan oleh Koperasi Perekat sebagai motivasi untuk memberdayakan para anggotanya, yaitu:
1. Perwujudan kasih.
    a. Tolong menolong sesama warga tanpa pamrih.
    b. Saling mempercayai dalam kerja sama.
    c. Kesetiakawanan dan solidaritas yang tulus.
2. Pendidikan.
    a. Mengatur ekonomi rumah tangga dengan pola hidup sederhana.
    b. Berorganisasi.
    c. Menjalin komunikasi yang berhasil guna / efektif.
3. Kemandirian.
    a. Menggali potensi yang saling melengkapi.
    b. Menyediakan materi dan sarana yang menunjang kesejahteraan.
    c. Mengembangkan usaha sesuai dengan kemampuan yang dimiliki bersama.

Sama seperti koperasi-koperasi pada umumnya, Koperasi Perekat memiliki tiga perangkat, yaitu:
1. Badan Hukum (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga).
2. Kepengurusan.
3. Keanggotaan.

Berikut ini juga ditampilkan logo Koperasi Perekat dan penjelasan maknanya, yaitu: Gereja adalah umat Allah yang dalam perjalanan digambarkan sebagai bahtera/kapal, dalam perjalanannya menuju cita-cita Kerajaan Allah membutuhkan layar (Roh kudus) sebagai pendorong dan pemberi arah, dan juga harus ditunjang oleh ombak/gelombang yang tenang dan kondusif. Tulisan “Perekat” menunjukkan semangat Persaudaraan Katedral. Gereja Katedral digambarkan dengan simbol bangunan dengan model Gothic.

 

BERITA KATEDRAL

Buletin Intern Bulanan BerKat (Berita Katedral) merupakan satu-satunya media informasi paroki yang diterbitkan oleh Paroki Katedral melalui Tim Redaksi yang berada dalam tanggung jawab Seksi Komunikasi Sosial DPP Katedral. Buletin ini diterbitkan secara rutin setiap bulan dan penyebarannya kepada umat dibantu oleh para ketua lingkungan dan sekretariat paroki. Misi Seksi KomSos sebagai penerbit BerKat adalah menyediakan sarana informasi dari – oleh – untuk umat. Format BerKat memang sederhana saja, tanpa harus berhalaman tebal, cukup 16-24 halaman, cukup 1200 eksemplar, cukup bersampul biasa dengan satu warna, dan ukuran 15 x 20 cm. Pastor Leo selaku Pastor Kepala Paroki berpesan agar BerKat 70% memuat berita paroki, dan setiap artikel tidak menghabiskan banyak halaman, sedemikian sehingga umat enggan membacanya.
Sayangnya, tidak ada dokumentasi lengkap perihal sejarah BerKat ini. Tetapi hal itu tentu tidak menyurutkan langkah tim redaksi, yang setiap bulan berusaha menghimpun berita dari berbagai nara sumber dan peristiwa yang terjadi di seputar paroki. Bahan artikel pun diperoleh dengan browsing ke situs-situs katolik melalui internet, seperti mirifica, atau vatican. Untuk masa kerja 2006 – 2009, saat ini tim redaksi diketuai oleh A.Karyanto, dan staf redaksi Alphi, Theresia, Hendra, dan Novi. Sedangkan tata letak dan pencetakan dikerjakan dengan apik oleh Ibu Bernadet, dari percetakan Karya Laksana. Jumlah personil memang sedikit, tapi suasana kebersamaan yang solid terbangun dalam tim ini, sehingga disela-sela aktifitas rutin masing-masing, BerKat tetap setia mengunjungi umat setiap bulannya.

Setiap minggu kedua, tim mengadakan pertemuan, untuk saling memberi informasi, memeriksa artikel/surat yang masuk, serta melakukan pembagian tugas. Melalui e-mail, semua bahan dikumpulkan, dan didiskusikan. Melalui e-mail pula bahan final dikirim ke percetakan untuk ditata dan dicetak masternya. Umumnya BerKat mulai didistribusikan kepada umat melalui ketua lingkungan pada Sabtu pertama setiap bulannya. Edisi BerKat pun dapat dinikmati melalui website www.katedralbandung.org yang dibangun oleh Seksi KomSos pada April 2001. Partisipasi umat bisa disalurkan pula melalui alamat e-mail redaksi Berkat yaitu berkatbandung@yahoo.com
Akhirnya, sebagai harapan kami, semoga buletin BerKat tetap mampu menjadi media sarana informasi dari – oleh – untuk umat Katedral, dan tetap
dinantikan kehadirannya oleh umat. Semoga pula tim redaksi dapat semakin meningkatkan kemampuannya di bidang pelayanan ini, dan semoga fasilitas pendukung untuk menghasilkan buletin ini semakin ditingkatkan. Seksi KomSos akan tetap mengusahakan yang terbaik demi terpenuhinya kebutuhan media informasi paroki. Semoga saja, semakin banyak umat yang mau terlibat di bidang penyampaian informasi ini.

 

PERPUSTAKAAN SANTA KATARINA DARI ALEXANDRIA

Perpustakaan Katedral mulai ada sejak paroki ini dipimpin oleh Pastor Boogartz, OSC. Dukungan Pastor saat itu diwujudkan dengan membelikan buku-buku baru setiap bulannya. Pelan tapi pasti, jumlah koleksi dan jumlah anggota semakin bertambah. Saat ini, Perpustakaan St. Katarina Alexandria (SKA) menempati lokasi seluas 24 m2, di sebelah ruang Misdinar. Setiap minggu, staf Perpustakaan dengan setia melayani para anggotanya, sejak pk. 08.00 – 12.00 WIB.
Semula kegiatan pelayanan bagi para anggota perpustakaan ini dilakukan oleh para anggota Legio Mariae. Tetapi dengan diperkuatnya barisan sub-seksi perpustakaan: Rosalia sebagai ketua, dibantu oleh Yosef, N’cis, Tita, Shenny, Reza, Theres, Karen, Desy, dan Budi, maka para mudika inilah yang bertugas menggantikan para legioner. Mereka cukup kompak, ada nuansa persaudaraan dalam tim kerja ini. Mereka menyusun rencana pembelian buku baru, mengadministrasikan data anggota, mengadministrasikan data buku. Dana diperoleh dari paroki dan dari biaya administrasi keanggotaan (biaya registrasi, sewa, dan denda).
Dalam pembangunan Gedung Sarana Kegiatan Umat yang saat ini sedang berlangsung, tim pembangunan sudah menyediakan sebuah ruangan berukuran 36 m2 untuk digunakan oleh Perpustakaan dan redaksi BerKat. Dengan bantuan Bapak Gai Suhardja, saat ini sedang dirancang interior ruangan tersebut agar dapat dimanfaatkan se-efektif mungkin, tetapi dengan tetap mengutamakan kenyamanan penggunanya.
Semoga perpustakaan SKA terus berkembang, terutama dalam hal penyediaan Sistem Informasi Perpustakaan yang berbasis komputer (saat ini sedang dibangun oleh N’cis dan Yosef). Begitu pula jenis koleksi yang disediakan bagi anggota tidak hanya berupa buku, tetapi dapat berupa CD, kaset, atau bentuk dokumen lainnya.