Uskup Bandung

By david

6. Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC (3 Juni 2014 - sekarang )

 

5. Mgr. Ignatius Suharyo (November 2010 – Juni 2014) administrator apostolik

 

4. Mgr. Johannes Maria Trilaksyanto Pujasumarta Pr. (2008 – 2010)
         
Lambang Uskup Bandung - Mgr. Johannes Pujasumarta
DUC IN ALTUM….! (Luc 5:4)
Bertolaklah ke tempat yang dalam …..! (Luk 5:4)
Lambang Uskup Bandung dibuat berdasarkan gagasan utama dari Mgr. J. Pujasumarta. Lambang ini dirancang oleh C. H. Suryanugraha OSC, dan penyempurnaan teknis-grafisnya dikerjakan oleh Steven Brahma (29 Mei 2008).
Tali ikat pinggang hijau: Hirarki dalam tingkat uskup, kesediaan untuk diikat dan dituntun oleh Allah sesuai dengan kehendak-Nya (bdk. Yoh 21:18).
Bendo atau ikat kepala pria Sunda: Mahkota duri, penugasan untuk seorang pemimpin sebagai alter Christus yang rela menderita dan kehilangan nyawa untuk menyelamatkan umat manusia.
Burung merpati: Roh Kudus, mengingatkan saat Pentakosta baru yang diharapkan juga akan terjadi di wilayah Keuskupan Bandung.
Mitra ungu: Tugas uskup sebagai pemimpin yang membela kebenaran, menegakkan keadilan, mengusahakan keselamatan dan kebahagiaan umat manusia dengan jiwa pelayanan penuh kasih.
Gunungan: Alam semesta dalam budaya Sunda, lambang dunia sebagai medan pelayanan dan pengabdian.
Salib kuning dengan darah merah mengalir: Penyertaan Kristus Sang Tersalib di seluruh penjuru alam semesta, pada sepanjang perjalanan sejarahnya. Salib-Nya menjadi sumber kekuatan yang terus mengalir bagi dunia dan ciptaan yang menderita.
Warna hijau di bawah Salib: Wilayah penggembalaan di tanah Jawa Barat yang subur dan harapan agar umat akan terus bertumbuh dalam iman.
Perahu dengan bendera “Duc in altum”: Di tepi danau pada pagi hari, Yesus duduk di atas perahu, mengajar orang banyak, dan kemudian berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam (Duc in altum)….” (bdk. Luk 5:4).
Langit biru terang dan laut bernuansa biru tenang bergelombang: Ketinggian dan keilahian, sekaligus kedalaman dan ketenangan; tempat kita dapat sungguh mengalami Allah sebagai sumber dan tujuan terakhir hidup kita.
Lima roti dan dua ikan: Kerapuhan, sekaligus seluruh harta yang kita miliki untuk dipersembahkan bagi Allah (bdk. Yoh 6:1-15). Allah pun akan berkarya sendiri melampaui yang pernah kita duga.

 

3. Mgr. Alexander Soentadio Djajasiswaja, Pr. (1984 – 2006).
                       
Penjelasan Lambang Uskup Mgr. Alexander S. Djajasiswaja, Pr.
1. Semboyan In Lumine Tuo berarti Dalam Terang-Mu (kutipan dari Mazmur 36).
2. Bentuk gunungan berarti universum, semesta, melambangkan Kerajaan Allah.
3. Serba lidah api, didukung oleh kata-kata In Lumine Tuo.
4. Mithra dan Tongkat Gembala: atribut Uskup.
    • Mithra melambangkan pembelaan kebenaran.
    • Tongkat Gembala melambangkan tugas kegembalaan.
5. Gunung-gunung melambangkan wilayah Jawa Barat dengan gununggunungnya.
6. Salib melambangkan pewartaan Kabar Gembira, termasuk warta tentang salib, yang adalah Jalan Keselamatan.

 

2. Mgr. Petrus Marinus Arntz, OSC (1952 – 1984).
                          

 

1. Mgr. Jacobus Hubertus Goumans, OSC (1942 – 1951).