Katedral_Ilustrator-01-removebg-preview

Gereja Katedral St. Petrus Bandung

Media Informasi dan Komunikasi

Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC
(3 Juni 2014 - sekarang )

Makna Lambang
Ut Diligatis Invicem
Dua Belas Unsur dalam Lambang Uskup Bandung

Dua Belas Unsur dalam Lambang Uskup Bandung :
1. Topi galero bertali: Hirarki dalam tingkat uskup dengan kesediaan dan kesetiaan diutus Sri Paus, Sang Gembala Gereja Universal.
2. Tongkat gembala: Pedoman pelayanan pastoral untuk menghadirkan kasih Allah melalui pengalaman mistik dan tindakan profetik.
3. Burung merpati: Roh Kudus sebagai Roh Penghibur dan Pembaharu Gereja Keuskupan Bandung.
4. Piala dan hosti terpecah: Ekaristi sebagai sumber hidup Kristiani dan
saat perjumpaan dengan Tuhan bagai Wanita Samaria (Yoh 4: 5-42).
5. Enam tangan warna-warni: Komunitas plural yang menyempurnakan diri dengan semangat murah hati bagai Pria Samaria (Luk 10: 25-27).
6. Warna hijau: Tatar Sunda atau wilayah Parahyangan sebagai dunia di mana Gereja Keuskupan Bandung berziarah dan memasyarakat.
7. Warna biru langit: Ruang kudus, di mana Yang Ilahi bersemayam sebagai tujuan perziarahan.
8. Warna ungu: Rahmat martabat uskup sebagai anugerah bagi kesejahteraan dan keselamatan domba-domba Tuhan.
9. Salib merah putih: Kanonik Regulir Ordo Salib Suci yang mempersembahkan anggotanya menjadi Uskup Bandung ke-5.
10. Salib sebagai latar belakang: Gereja yang berziarah dengan berdoa (mistik) dan bertindak (profetik) berdasarkan misteri Salib Kristus.
11. Bentuk hati: Gereja berhati yang mengutamakan cinta kasih dengan keyakinan di mana ada kasih, hadirlah Tuhan.
12. Ut Diligatis Invicem: Perintah baru Yesus untuk saling mengasihi sebagai wujud kasih akan Allah (perintah I) dan sesama (perintah II).

1. Topi galero bertali: Hirarki dalam tingkat uskup dengan kesediaan dan kesetiaan diutus Sri Paus, Sang Gembala Gereja Universal.
2. Tongkat gembala: Pedoman pelayanan pastoral untuk menghadirkan kasih Allah melalui pengalaman mistik dan tindakan profetik.
3. Burung merpati: Roh Kudus sebagai Roh Penghibur dan Pembaharu Gereja Keuskupan Bandung.
4. Piala dan hosti terpecah: Ekaristi sebagai sumber hidup Kristiani dan
saat perjumpaan dengan Tuhan bagai Wanita Samaria (Yoh 4: 5-42).
5. Enam tangan warna-warni: Komunitas plural yang menyempurnakan diri dengan semangat murah hati bagai Pria Samaria (Luk 10: 25-27).
6. Warna hijau: Tatar Sunda atau wilayah Parahyangan sebagai dunia di mana Gereja Keuskupan Bandung berziarah dan memasyarakat.
7. Warna biru langit: Ruang kudus, di mana Yang Ilahi bersemayam sebagai tujuan perziarahan.
8. Warna ungu: Rahmat martabat uskup sebagai anugerah bagi kesejahteraan dan keselamatan domba-domba Tuhan.
9. Salib merah putih: Kanonik Regulir Ordo Salib Suci yang mempersembahkan anggotanya menjadi Uskup Bandung ke-5.
10. Salib sebagai latar belakang: Gereja yang berziarah dengan berdoa (mistik) dan bertindak (profetik) berdasarkan misteri Salib Kristus.
11. Bentuk hati: Gereja berhati yang mengutamakan cinta kasih dengan keyakinan di mana ada kasih, hadirlah Tuhan.
12. Ut Diligatis Invicem: Perintah baru Yesus untuk saling mengasihi sebagai wujud kasih akan Allah (perintah I) dan sesama (perintah II).

Mgr. Ignatius Suharyo (November 2010 – Juni 2014)

Administrator Apostolik

Mgr. Johannes Maria Trilaksyanto Pujasumarta Pr.
(2008 – 2010)

Lambang Uskup
DUC IN ALTUM….! (Luc 5:4). Bertolaklah ke tempat yang dalam …..! (Luk 5:4) Lambang Uskup Bandung dibuat berdasarkan gagasan utama dari Mgr. J. Pujasumarta. Lambang ini dirancang oleh C. H. Suryanugraha OSC, dan penyempurnaan teknis-grafisnya dikerjakan oleh Steven Brahma (29 Mei 2008).
L_64

Tali ikat pinggang hijau: Hirarki dalam tingkat uskup, kesediaan untuk diikat dan dituntun oleh Allah sesuai dengan kehendak-Nya (bdk. Yoh 21:18).

Bendo atau ikat kepala pria Sunda: Mahkota duri, penugasan untuk seorang pemimpin sebagai alter Christus yang rela menderita dan kehilangan nyawa untuk menyelamatkan umat manusia.

Burung merpati: Roh Kudus, mengingatkan saat Pentakosta baru yang diharapkan juga akan terjadi di wilayah Keuskupan Bandung.

Mitra ungu: Tugas uskup sebagai pemimpin yang membela kebenaran, menegakkan keadilan, mengusahakan keselamatan dan kebahagiaan umat manusia dengan jiwa pelayanan penuh kasih.

Gunungan: Alam semesta dalam budaya Sunda, lambang dunia sebagai medan pelayanan dan pengabdian.

Salib kuning dengan darah merah mengalir: Penyertaan Kristus Sang Tersalib di seluruh penjuru alam semesta, pada sepanjang perjalanan sejarahnya. Salib-Nya menjadi sumber kekuatan yang terus mengalir bagi dunia dan ciptaan yang menderita.

Warna hijau di bawah Salib: Wilayah penggembalaan di tanah Jawa Barat yang subur dan harapan agar umat akan terus bertumbuh dalam iman.

Perahu dengan bendera “Duc in altum”: Di tepi danau pada pagi hari, Yesus duduk di atas perahu, mengajar orang banyak, dan kemudian berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam (Duc in altum)….” (bdk. Luk 5:4).

Langit biru terang dan laut bernuansa biru tenang bergelombang: Ketinggian dan keilahian, sekaligus kedalaman dan ketenangan; tempat kita dapat sungguh mengalami Allah sebagai sumber dan tujuan terakhir hidup kita.

Lima roti dan dua ikan: Kerapuhan, sekaligus seluruh harta yang kita miliki untuk dipersembahkan bagi Allah (bdk. Yoh 6:1-15). Allah pun akan berkarya sendiri melampaui yang pernah kita duga.

Mgr. Alexander Soentadio Djajasiswaja, Pr.
(1984 – 2006)

Makna Lambang
Semboyan In Lumine Tuo berarti Dalam Terang-Mu (kutipan dari Mazmur 36).
1. Bentuk gunungan berarti universum, semesta, melambangkan Kerajaan Allah.
2. Serba lidah api, didukung oleh kata-kata In Lumine Tuo.
3. Mithra dan Tongkat Gembala: atribut Uskup.
• Mithra melambangkan pembelaan kebenaran.
• Tongkat Gembala melambangkan tugas kegembalaan.
4.Gunung-gunung melambangkan wilayah Jawa Barat dengan gununggunungnya.
5. Salib melambangkan pewartaan Kabar Gembira, termasuk warta tentang salib, yang adalah Jalan Keselamatan

Mgr Petrus Marinus Arnzt OSC
(1952 – 1984)

Makna Lambang
Konsili Vatikan II memotivasi seluruh karya Mgr Arntz, dengan motto ‘Evangelii Christi Praeco’ yang artinya ‘Aku Mewartakan Injil Kristus’

Mgr. Jacobus Hubertus Goumans, OSC
(1942 – 1951)

Makna Lambang
Motto penggembalaan Mgr. Goumans adalah ‘Pradicare Christum Crucifixum’ yang artinya ‘Mewartakan Kristus yang Tersalib’ 36).